Kumpulan Quotes Gus Dur Tentang Kehidupan, Islam, Masalah Sosial, dan Keberagaman
Wahid tidak ikut serta dalam aksi pencurian ikan tersebut, alasannya adalah untuk memastikan jika Kiai Chudlori keluar dan melewati kolam tersebut, ia dapat memperingatkan teman-temannya.
Suatu malam, saat Kiai Chudlori yang selalu berangkat ke masjid untuk menunaikan salat magrib pada pukul 01.00 WIB, ia melewati kolam tersebut. Saat itulah teman-teman Gus Dur yang asyik mencuri ikan langsung diinstruksikan segera melarikan diri. Namun Gus Dur tetap berdiri di tepi kolam sambil memegang ikan curiannya.
Belakangan, Wahid berbicara kepada Kiai Chudlori, mengatakan bahwa ikannya hampir dicuri oleh beberapa siswa nakal, namun ia berhasil mengusir mereka dan menyelamatkan ikan tersebut. Atas usahanya yang gigih, Kiai Chudlori akhirnya memberikan ikan tersebut kepada Gus Dur sebagai oleh-oleh, agar ikan tersebut dapat dimasak dan dinikmati bersama teman-temannya.
Teman-temannya yang sebelumnya disuruh mencuri ikan kemudian protes ke Gus Dur. Namun Wahid dengan santainya menjawab, yang lebih penting adalah hasil akhirnya, dan ikannya dianggap halal.
4. Becak dilarang masuk
Dulu, Presiden Gus Dur pernah bercerita kepada salah satu menterinya, Mahfud MD, tentang orang Madura yang sangat cerdas.
Cerita bermula ketika seorang tukang becak asal Madura ditangkap petugas polisi saat memasuki kawasan yang terdapat tanda bertuliskan ‘becak dilarang masuk’.
Tanpa ragu, polisi langsung menghampiri tukang becak yang melanggar aturan tersebut dan menegurnya dengan lantang, “Apakah kamu tidak melihat gambar di sana? Tulisannya jelas tertulis, ‘Becak dilarang masuk’!”
Tukang becak asal Madura dengan tenang menjawab, “Saya paham pak, tapi yang saya lihat hanyalah gambar becak kosong tanpa ada siapa-siapa. Becak saya ada penumpang di dalamnya, jadi saya kira saya boleh masuk.”
Polisi semakin kesal dan menyela, “Kamu bodoh sekali! Kenapa kamu tidak bisa membaca? Di bawah gambar itu ada tanda yang dengan jelas menyatakan bahwa becak tidak boleh masuk!”
Tukang becak itu tersenyum dan menjawab dengan riang, “Maaf pak, saya tidak bisa membaca. Seandainya saya bisa membaca, saya pasti akan menjadi polisi seperti bapak, bukan tukang becak seperti sekarang.”
5. Gus Dur sedang sakit gigi
Beberapa hari terakhir ini Gus Dur sedang sakit gigi dan merasa sangat tidak nyaman. Ia seperti tidak bisa duduk dengan nyaman, bahkan berbicara pun sulit, bahkan saat mendengarkan musik pun ia masih merasakan sakit yang sama.
Dalam perbincangan dengan salah satu stafnya, Gus Dur mengutip lirik lagu dangdut yang mengatakan bahwa sakit hati lebih buruk dari sakit gigi.
Salah satu stafnya menjawab, “Iya, mungkin lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ya Gus?”
Gus Dur kemudian menjawab, “Lebih baik disakiti.”
Saat ditanya alasannya, Gus Dur menjelaskan dengan nada agak tinggi, “Saya bilang lebih baik disakiti karena saat ini saya sedang sakit gigi…!” Dengan reaksi tersebut, jajaran Wahid memilih tak bertanya lebih lanjut.
