NEWS

Berita Trending Terupdate

Umum

Kemenkominfo putus akses 174 konten radikalisme di Juli-Agustus 2023

Baca juga: BPIP mengimbau generasi muda berhati-hati dalam memahami konten keagamaan di internet

Dengan tegas, Budi menyatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang gencar memanfaatkan teknologi untuk mencari konten-konten bermuatan negatif untuk mampu menciptakan ruang digital yang positif dan produktif jelang Pemilu 2024.

“Kemenkominfo terus menelusuri konten-konten di website atau platform dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan TNI dan BNPT untuk menelusuri akun-akun penyebar konten terorisme, radikalisme dan separatisme,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat menyampaikan pengaduan jika melihat konten-konten yang diduga bermuatan negatif dan dapat merusak persatuan bangsa.

Masyarakat bisa leluasa menghubungi Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui berbagai saluran media sosial dan situs resmi pengaduan.

“Jika menemukan dan mengetahui keberadaan situs tersebut, masyarakat dapat melaporkan ke tandingkonten.id atau akun X @dudukkonten,” kata Menkominfo.

Baca juga: Akademisi: Konten Kontra Narasi untuk Menyikapi Modus Baru Radikalisme

Wartawan: Livia Kristianti
Redaktur : Siti Zulaikha
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *