NEWS

Berita Trending Terupdate

UmumUnik

DKP Kulon Progo mencatat omzet penjualan olahan ikan sebesar Rp3,4 miliar

Seluruh produk tersebut diolah oleh pelaku usaha Kulon Progo dengan produk unggulan terinovatif yaitu keripik belut dan wader, kerupuk ikan, gebleg tenggiri dan udang, bakpia lele, donat lele, lele asap, dan bandeng presto.

Kulon Progo (ANTARA) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat omzet transaksi penjualan produksi sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan pada semester I 2023 mencapai Rp3,4 miliar.Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Trenggono di Kulon Progo, Minggu, mengatakan data produksi sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan tahun 2022 sebanyak 134,5 ton dan data sementara semester I 2023 tercatat sebesar 92 ton.

Data semester I 2023 memperkirakan nilai omzet sebesar Rp3,4 miliar, kata Trenggono.

Dikatakannya, tingginya perputaran produksi pada sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di Kulon Progo tidak lepas dari beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta yang mendorong tumbuhnya pusat oleh-oleh khas Kulon Progo. Pusat oleh-oleh ini menjual produk hasil olahan usaha kecil dan menengah (UKM) binaan DKP Kulon Progo.

Beberapa jenis olahan ikan yang ada di Kulon Progo antara lain aneka produk ikan renyah seperti keripik belut, keripik ikan teri, keripik wader, peyek udang, peyek ikan, basreng lele, dan abon lele.

Selanjutnya aneka kerupuk seperti amplang, kerupuk tenggiri, kerupuk udang, kerupuk kulit ikan. Produk olahan basah seperti gebleg tenggiri/udang, dimsum lele,
nuget ikan, otak-otak, bandeng presto dan lele asap.

Selain itu ada olahan ikan hasil inovasi baru seperti Bakpia Lele, donat Lele, gebleg ikan beku, tekwan beku, dan slondok udang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *