Apri/Fadia ukir sejarah bagi Indonesia dengan perak Kejuaraan Dunia
Pola serangan yang semula dilancarkan Apri/Fadia di game pertama, kini tak bisa ditampilkan karena strategi mereka kalah agresif dibandingkan Chen/Jia.
Apri/Fadia langsung tertinggal dengan selisih enam poin yakni 2-8 dari duo China.
Persaingan memanas ketika Apri/Fadia akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan menjadi tiga poin yakni 6-9. Setelah mendapatkan teknik yang tepat, Apri/Fadia mencoba melepaskan umpan silang dan melakukan reli.
Sayangnya, sejumlah penyelesaian yang terlalu terburu-buru kerap berujung pada kesalahan dan membuat permainan Apri/Fadia terjebak dalam bola mati.
Laga Chen/Jia masih sulit dipatahkan usai interval gim kedua. Kedudukan masih dipegang oleh duo China dengan 11-14.
Seiring berjalannya durasi, permainan Apri/Fadia tidak berkembang dan terus menerus mendapat tekanan. Kendali taktis sepenuhnya ada di tangan Chen/Jia yang mampu mengontrol tembakannya dengan sangat baik.
Chen/Jia memaksa Apri/Fadia untuk terus melakukan lemparan bola sehingga menjadi santapan mudah bagi Chen/Jia untuk memberikan pukulan keras kepada duet Indonesia.
Sementara pengembalian bola Apri/Fadia juga semakin tak terkendali dan kerap keluar garis atau membentur gawang.
Pertandingan berakhir setelah dimainkan dalam waktu 42 menit, dengan skor akhir 12-21.
Baca juga: Strategi Dejan/Gloria Tak Mampu Atasi Tekanan Petenis Nomor Satu Dunia
Reporter: Roy Rosa Bachtiar
Redaksi: Aditya Eko Sigit Wicaksono
HAK CIPTA © ANTARA 2023
