UGM: Nyamuk wolbachia efektif saat mencapai 60 persen populasi
Ada tiga penularan Wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti. Pertama, terjadi ketika nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina ber-Wolbachia sehingga telurnya menetas sehingga menghasilkan nyamuk ber-Wolbachia.
Kedua, nyamuk jantan tanpa Wolbachia kawin dengan nyamuk betina ber-Wolbachia sehingga telurnya menetas sehingga menghasilkan nyamuk Wolbachia.
Ketiga, terjadi jika nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina tanpa Wolbachia sehingga telurnya tidak menetas.
Wolbachia dinilai mampu membendung penularan virus dengue karena memiliki kemampuan bersaing memperebutkan makanan antara virus dan bakteri yang ada di dalam sel nyamuk. Dengan sedikit makanan yang dapat mendukung virus tersebut, virus demam berdarah tidak dapat berkembang biak.
“Kalau sudah mencapai 60 persen, kita tarik embernya dan stop pelepasannya,” ujarnya.
Salah satu kelebihan nyamuk ber-Wolbachia jika pelepasannya dihentikan, kata Uut, adalah nyamuk tersebut berkembang biak secara alami dengan nyamuk di alam dan terus berkembang biak di alam.*
Baca juga: Menkes Sebut Fakta Ilmiah Nyamuk Pembawa Wolbachia Sudah Diakui Dunia
Baca juga: Efektivitas Nyamuk Wolbachia Dalam Menekan DBD
Wartawan : Andi Firdaus
Redaktur : Erafzon Saptiyulda AS
HAK CIPTA © ANTARA 2023
