Surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis, Lengkap Isi dan Artinya
Dalam Al-Qur’an surat An-Naml ayat 20-44, Ratu Balqis digambarkan sebagai penyembah matahari yang kemudian bertaubat dan menikah dengan Nabi Sulaiman. Kisah ini menunjukkan perubahan sikap dan keberanian Ratu Balqis dalam mencari kebenaran dan beriman kepada Allah.
Dikatakan kepadanya (Balqis), “Masuklah istana.” Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana), dia mengira itu adalah genangan air yang besar, lalu dia membuka (menutupi) kedua betisnya. Beliau (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya ini hanya lantai istana yang dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku sendiri. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. an-Naml ayat 44)
Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis mengandung hikmah tentang hikmah, keadilan dan kekuasaan Allah. Inilah salah satu kisah yang banyak dimuat dalam berbagai kitab suci yang menggambarkan hikmah dan kesaktian para nabi dalam menyebarkan ajaran Allah dan menguji keimanan umat.
