NEWS

Berita Trending Terupdate

UmumUnik

Pemerintah Kabupaten Wondama berupaya menjadikan Situs Aitumeiri sebagai warisan budaya nasional

Ketua Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Teluk Wondama Pendeta Antipas Paririe mengajak seluruh pihak di Tanah Papua berperan mendukung penataan kembali situs bersejarah Aitumeiri.

Ia yakin Aitumeiri akan menjadi sumber keberkahan bagi Tanah Papua juga bagi siapapun yang datang berkunjung, ujarnya.

“Mari kita sebagai (masyarakat), pemerintah, dan gereja adat, mari kita bergandengan tangan dan bersatu untuk menyelesaikan pekerjaan ini sampai selesai. (Tujuan) hanya satu, yaitu nama Tuhan yang dimuliakan,” kata Paririe.

Anggaran pembangunan kembali situs peradaban di Aitumeiri ini bersumber dari APBD Teluk Wondama Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp4 miliar yang juga mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Pada tanggal 25 Oktober 1925 di Aitumeiri, tepatnya di Bukit Aitumeiri, dibuka sekolah formal pertama yang mendidik masyarakat asli Papua dalam membaca, menulis dan berhitung serta ilmu-ilmu lainnya.

Pendirinya adalah Pendeta IS Kijne, seorang misionaris asal Belanda yang diutus dalam misi menyebarkan agama Kristen di Tanah Papua.

Sekolah yang didirikan Kijne di Bukit Aitumeiri kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan masyarakat asli Papua saat itu.

Kehadiran sekolah di Aitumeiri diyakini menjadi cikal bakal lahirnya peradaban baru Papua.

Baca juga: Situs Megalitikum Tutari Papua Belum Ada Perhatiannya

Wartawan: Fransiskus Salu Weking
Editor: Zita Meirina
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *