NEWS

Berita Trending Terupdate

UmumUnik

Mensos: ASEAN membahas penanganan disabilitas secara lebih manusiawi

Menurutnya, Kementerian Sosial RI sejauh ini telah banyak merancang program agar penyandang disabilitas bisa keluar dari kemiskinan ekstrem. “Presiden telah mendeklarasikan bahwa pada tahun 2024 tidak akan ada lagi kemiskinan ekstrem. “Itu target kita bersama,” kata Nunung.

Penasihat Khusus Hak Disabilitas Internasional Amerika Serikat (AS) Sara Minkara mengatakan, forum tingkat tinggi ASEAN untuk penyandang disabilitas tentunya meningkatkan perspektif terhadap isu disabilitas, baik dari segi keamanan maupun fasilitas pendukung bagi kelompok penyandang disabilitas.

“Dan tadi saya sampaikan bahwa tindakan diskriminasi terhadap kelompok disabilitas harus kita hilangkan karena masyarakat kita belum inklusif terhadap disabilitas. Lalu bagaimana kita harus menghilangkan hambatan-hambatan tersebut dengan meningkatkan akses bagi kelompok disabilitas agar mereka dapat mengembangkan nilai-nilai dalam diri mereka. Bisa di bidang AI, pendidikan, transportasi, ekonomi, dan sebagainya. Kita harus terus berinovasi, ujarnya.

Terakhir, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Norman Yulian dalam kesempatan yang sama mengapresiasi keseriusan pemerintah khususnya Kementerian Sosial dalam mewujudkan Indonesia inklusif dan ramah disabilitas.

Pemerintah juga berupaya dengan berbagai cara untuk mewujudkan Indonesia inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas, baik di sektor pendidikan maupun ketenagakerjaan. “Kami berharap melalui AHLF kita dapat merancang masterplan penanganan disabilitas untuk kawasan ASEAN,” kata Norman.

Baca juga: Mensos: Kemajuan inklusi disabilitas di ASEAN masih menghadapi tantangan

Wartawan: Devi Nindy Sari Ramadhan
Redaktur: Sambas
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *