
Sangat sulit untuk membedakannya
Jakarta (ANTARA) – Polisi saat ini mengaku masih kesulitan mengidentifikasi benda-benda bersejarah di Museum Nasional atau Museum Gajah di Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, pasca terbakar pada Sabtu (16/9) malam.Sulit sekali membedakan mana yang berupa puing atau benda bersejarah. Namun di dalamnya masih banyak yang utuh jika dilihat secara kasat mata, kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kompol Komarudin saat ditemui di Jakarta Pusat, Minggu.
Dijelaskannya, jika dilihat sekilas, berdasarkan pengamatan di dalam ruangan yang terbakar, masih terlihat benda-benda selain puing-puing yang terbakar.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya belum bisa merinci mengenai jumlah dan jenis artefak yang dibakar pada Sabtu (16/9) malam.
Baca juga: Polisi Periksa Saksi untuk Usut Unsur Pidana Kebakaran Museum Nasional
Sebelumnya, penyidik Polres Jakarta Pusat bersama tim laboratorium forensik Polda Metro Jaya dan tim artefak bekerjasama mencari titik awal kebakaran, memeriksa 14 saksi dan menginventarisasi barang museum, masih bekerja di ruang pembakaran. dari Museum Nasional.
“Saya belum bisa memastikan berapa lama, nanti tim akan lebih paham,” kata Komarudin.
Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, merupakan museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat tepatnya di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Indonesia .
Museum beroperasi setiap hari kecuali hari raya keagamaan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Baca juga: Museum Nasional Koordinasi dengan Polisi Periksa Koleksinya
Dilansir dari laman online resmi Museum Nasional, terdapat dua bangunan di kompleks museum seluas 26.500 meter persegi, yaitu Gedung A dan Gedung B.
Gedung A terdiri dari ruang pameran dan wahana immersive A berupa instalasi video map permanen berukuran 12 meter x 21 meter.
Sedangkan Gedung B yang dikenal juga dengan Gedung Arca, diresmikan pada tanggal 20 Juni 2007 oleh Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain digunakan untuk pameran, gedung B juga digunakan untuk perkantoran, ruang konferensi, laboratorium, ruang pameran temporer, area komersil, dan perpustakaan. Museum Nasional juga telah dilengkapi dengan gedung penyimpanan benda-benda budaya.
Baca juga: Kebakaran di Museum Nasional, Gulkarmat Kerahkan 32 Personel
Wartawan: Abdu Faisal
Redaktur: Edy Sujatmiko
HAK CIPTA © ANTARA 2023
