:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3639540/original/077930000_1637546391-djim-loic-ft0-Xu4nTvA-unsplash_1_.jpg)
Pengalaman kebutaan waktu dapat bervariasi antar individu. Beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala tersebut pada situasi tertentu atau saat terlalu terlibat dalam aktivitas tertentu. Sementara orang lain mungkin menghadapi masalah ini dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Kebutaan waktu dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Individu yang mengalaminya mungkin sering terlambat menghadiri janji atau rapat, kesulitan menentukan prioritas tugas, atau merasa terlalu terburu-buru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Untuk mengatasi kebutaan waktu, ada beberapa strategi yang bisa digunakan. Hal ini termasuk menyetel alarm atau pengingat rutin untuk membantu mengingat waktu, menggunakan jam yang dapat didengar, menempatkan pengingat fisik seperti catatan, dan memanfaatkan aplikasi dan alat penjadwalan. Selain itu, penggunaan jam analog sering kali direkomendasikan karena dapat membantu memahami perjalanan waktu secara visual.
Kurang tidur dapat memperburuk kebutaan waktu. Ketika seseorang kurang tidur, kemampuannya dalam memahami waktu bisa semakin terganggu. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola tidur yang sehat.
Jika “kebutaan waktu” menjadi masalah serius dan mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari bantuan profesional. Terapis dan dokter dapat memberikan dukungan dan, jika diperlukan, meresepkan obat yang dapat membantu mengatasi masalah ini, terutama jika ada kondisi mendasar seperti ADHD.
Jadi, meskipun beberapa orang mungkin meragukan atau meremehkan “kebutaan waktu”, para ahli dan profesional di bidangnya mengakui bahwa ini adalah masalah nyata yang dapat sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hal ini tidak hanya mempengaruhi penderita ADHD, tetapi juga individu dengan berbagai masalah kesehatan mental lainnya. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai “kebutaan waktu” diharapkan kita dapat lebih inklusif dan mendukung individu yang mengalaminya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
