:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4294633/original/072568000_1674022919-20230118BL_Deklarasi_BEDA_8.jpg)
Rian Fahardhi mulai dikenal melalui platform TikTok, mendapatkan popularitas dari kontennya yang membahas isu-isu viral. Melalui akun pribadinya @rianfahardhi, Rian mengutarakan pendapatnya tentang fenomena yang umumnya jarang diperhatikan oleh generasi Z seusianya.
Rian menilai TikTok merupakan wadah yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial. Melalui ciri khasnya, Rian mampu menarik perhatian banyak pengguna TikTok karena pendekatannya yang unik dalam menyampaikan pesan. Keistimewaan konten tersebut tidak hanya berasal dari isi pembahasannya saja, namun juga dari kemampuan beliau yang baik dalam public speaking dan logat Makassar. Hal ini memberikan nuansa lokal dan keaslian pada konten, sehingga terasa lebih dekat dengan penonton.
Mendeklarasikan Dirinya sebagai Juru Bicara Rakyat
Karena isu yang dipilih, Rian Fahardhi menyebut dirinya sebagai “Juru Bicara Rakyat”. Rian melalui kontennya menyuarakan aspirasi dan pandangan masyarakat. Nama Rian semakin melambung saat ia mengkritik berbagai kasus yang viral, seperti Citayam Fashion Week, kasus Brigadir J, peretasan yang dilakukan hacker Bjorka, hingga permasalahan politik di Tanah Air.
Rian terus konsisten menyuarakan kritik, pandangan, dan pendapatnya melalui media sosial, khususnya TikTok. Hal ini menunjukkan dedikasinya dalam berkontribusi dalam pembentukan opini publik dan memberikan suara kepada mereka yang mungkin tidak memiliki platform sebesar dia. Dengan demikian, Rian Fahardhi tidak hanya menjadi seorang pembuat konten, namun juga sosok yang berperan dalam membentuk narasi sosial melalui medium yang digemari generasi muda.
