NEWS

Apa itu operasi sengatan? Simak tujuan dan 8 contoh kasus di Indonesia

Apa itu operasi sengatan?  Simak tujuan dan 8 contoh kasus di Indonesia

1. Operasi Tangkap (OTT) KPK: Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani

Pada tahun 2008, Jaksa Urip Tri Gunawan ditangkap dalam OTT KPK karena diduga menerima suap sekitar US$660 ribu atau sekitar Rp. 6 miliar dari Artalyta Suryani alias Ayin. Uang suap yang dibungkus karton itu diambil langsung Urip dari rumah Ayin di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Suap ini terkait dengan dikeluarkannya perintah penghentian penyidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) atas nama Sjamsul Nursalim. Urip divonis 20 tahun penjara, sedangkan Ayin divonis lima tahun penjara.

2. OTT KPK: Rudi Rubiandini

Rudi Rubiandini, mantan Kepala Unit Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), terjaring OTT KPK di kediamannya, Jakarta Selatan. Dalam kasus ini disita US$400 ribu, US$90 ribu, dan Sing$127 ribu. Rudi didakwa menerima suap dari perwakilan PT Kernel Oil Singapore dan Fossus Energy melalui Direktur Operasi PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya.

3. OTT KPK : Ahmad Fathanah

Ahmad Fathanah, simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terlibat OTT KPK pada awal tahun 2013. Fathanah ditangkap di sebuah kamar hotel mewah di Jakarta, saat menerima uang dari Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman. KPK menyita uang tunai senilai Rp1 miliar dalam kantong plastik dan koper. Operasi ini juga melibatkan penangkapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang divonis 16 tahun penjara dan Ahmad Fathanah yang divonis 14 tahun penjara.

4. OTT KPK : Akil Mochtar

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap dalam OTT KPK karena menerima suap. Pengusaha Cornelis Nalau dan anggota DPR Chairun Nisa juga terlibat. Sekitar Rp3 miliar yang terdiri dari Sing$284.050 dan $22 ribu disita. Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, adik Gubernur Banten Tubagus Chaery Wardana, dan advokat Susi Tur Andayani juga ditangkap terkait sengketa Pilkada Gunung Mas dan Lebak, Banten.

5. OTT KPK: Advokat Gary dan Tiga Hakim PTUN Medan

Advokat M Yagari Bhastara alias Gary terjaring OTT KPK saat memberikan suap kepada Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro dan dua hakim lainnya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang suap sebesar US$15 ribu dan Sing$5 ribu. Kasus ini melibatkan advokat senior, OC Kaligis, yang juga terjerat kasus tersebut. OTT KPK: Annas Maamun

Gubernur Riau Annas Maamun ditangkap dalam OTT KPK pada tahun 2014 terkait suap terkait status hutan tanaman industri (HTI). Sekitar Sing$156 ribu dan uang suap Rp500 juta disita dalam operasi ini. Pengusaha Gulat Medali Emas Manurung juga terlibat dalam kasus ini.

6. OTT KPK: Nomor Isaiah Sombuk

Bupati Biak Numfor Isaiah Sombuk ditangkap KPK di sebuah hotel di Jakarta. Operasi tangkap tangan ini melibatkan suap sebesar Sing$100 ribu terkait proyek pembangunan tanggul laut di Biak. Teddy Renyut, pengusaha pemberi suap, juga ditangkap.

7. OTT KPK : Deviyanti Rochaeni

Jaksa Devi Rochaeni Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap sebesar Rp528 juta terkait kasus korupsi dana BPJS di Kabupaten Subang. Diketahui, uang suap tersebut berasal dari istri tersangka lainnya, Jajang Abdul Kholik.

8. OTT KPK: Ade Swara dan istrinya Nur Latifah

Bupati Karawang Ade Swara terjaring OTT KPK karena diduga meminta suap Rp5 miliar ke PT Tatar Kertabumi. Uang diserahkan dalam bentuk dolar yakni US$424.329. Ade dan istrinya juga ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

Exit mobile version