NEWS

Apa itu Keajaiban? Ketahui Macam dan Perbedaan Karamah

Apa itu Keajaiban?  Ketahui Macam dan Perbedaan Karamah


Yang dimaksud dengan keajaiban adalah istilah yang berasal dari kata Arab, “ajaza-I’jazyang”, yang berarti “ketidakmampuan” atau “melemahkan musuh ketika ditantang”. Istilah ini mengacu pada tindakan atau peristiwa yang mengungkapkan ketidakmampuan atau keterbatasan manusia ketika menghadapi peristiwa luar biasa. Orang atau entitas yang melakukan tindakan ini disebut “keajaiban”.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dipahami bahwa secara harafiah yang dimaksud dengan mukjizat adalah seseorang yang menunjukkan tindakan atau peristiwa yang mengungkapkan ketidakmampuan atau keterbatasan manusia ketika dihadapkan pada peristiwa yang luar biasa.

Secara terminologi, yang dimaksud dengan mukjizat adalah peristiwa atau keadaan yang menyimpang atau melanggar kebiasaan sehari-hari yang diharapkan. Mukjizat juga merupakan suatu hal yang berada di luar batas pemahaman atau nalar manusia, yang tidak dapat dengan mudah dijelaskan atau dijelaskan secara ilmiah.

Mukjizat seringkali dianggap sebagai tanda atau bukti adanya kekuasaan ilahi, dan terjadi melalui individu-individu yang dianggap istimewa, seperti para Nabi dan Rasul dalam agama tertentu. Mukjizat muncul sebagai wujud kekuasaan Allah SWT dan dijadikan bukti kebenaran nubuatan atau kerasulan individu yang mengalaminya.

Dari rangkaian penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan keajaiban adalah fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum alam atau pemahaman manusia biasa. Ini adalah tanda kekuatan ilahi dan sering digunakan untuk mengesahkan kenabian atau misi individu yang mengalaminya.

Mukjizat adalah wujud mukjizat yang diperlihatkan Allah kepada manusia sebagai bukti kebenaran dan kewibawaan individu yang terkait dengannya, sebagaimana telah dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 49,

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan َةٍ مِّنْ رَّ بِّكُمْ ۙاَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔ ةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُ بْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِ اِذْنِ Allah ۗاِنَّ فِي ْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ

Artinya: “Dan sebagai seorang Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku datang kepadamu dengan suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu Aku membuatkan untukmu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung, lalu Saya tiup, lalu menjadi burung dengan izin Allah. Dan Aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang menderita kusta. Dan Aku menghidupkan kembali manusia dengan izin Allah, dan Aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada hal itu terdapat tanda (kebenaran kerasulanku) bagi kamu, jika kamu orang-orang yang beriman.”

Exit mobile version