Penting bagi ibu hamil muda untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait Pelayanan Antenatal Care (ANC). Pemeriksaan minimal 6 kali pada kehamilan normal, yaitu 2 kali pada Trimester 1, 1 kali pada Trimester 2, dan 3 kali pada Trimester 3, memberikan manfaat yang signifikan.
Termasuk juga minimal dua kali pemeriksaan oleh dokter, yaitu pada kunjungan pertama pada Trimester 1 dan kunjungan kelima pada Trimester 3. Tidak melakukan pemeriksaan kehamilan dapat berdampak serius pada kesehatan ibu hamil.
1. Segera Ketahui Tanda Bahaya Kehamilan
Salah satu risikonya adalah tidak mendapatkan penanganan yang tepat terhadap tanda bahaya kehamilan. Gejala seperti mual dan muntah yang seharusnya normal, bisa menjadi risiko jika berlebihan. Mual dan muntah yang berlebihan dapat menyebabkan malnutrisi, dehidrasi, bahkan penurunan kesadaran sehingga perlu ditangani secara tepat oleh petugas kesehatan.
2. Komplikasi Kehamilan Dapat Segera Diobati
Selain itu, tidak melakukan pemeriksaan kehamilan juga dapat membuat ibu hamil tidak menyadari adanya komplikasi yang mungkin terjadi. Riwayat penyakit ibu sebelum hamil dapat mempengaruhi kondisi fisik ibu selama hamil, dan komplikasi kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau berat badan lahir rendah.
Pengetahuan mengenai kondisi kesehatan ibu sejak awal kehamilan sangat penting untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan intervensi yang tepat.
3. Mengurangi risiko kematian dan kesakitan ibu
Terakhir, peningkatan risiko kematian dan kesakitan pada ibu melahirkan dapat terjadi jika kondisi kesehatan ibu tidak dipantau dengan baik selama kehamilan. Pemeriksaan prenatal rutin membantu mengidentifikasi faktor risiko seperti usia dan berat badan, sehingga memungkinkan perencanaan kelahiran yang lebih aman.
Kesadaran akan risiko keselamatan persalinan, khususnya bagi ibu muda, dapat membantu mengurangi angka kematian neonatal dan bayi serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil muda dan bayi yang dikandungnya.